Hidrotek Nusantara
Hasil uji pompa sumur dilakukan dengan alat berstandar kalibrasi, memastikan data yang valid dan siap digunakan untuk pengajuan izin SIPA
Didukung tenaga teknis dan hidrogeolog berpengalaman yang memahami proses teknis dan administratif perizinan air tanah
Mulai dari survei lapangan, pelaksanaan pumping test, hingga penyusunan laporan teknis lengkap sesuai kebutuhan perizinan Anda
Jasa Pumping Test Izin Air Tanah – Hidrotek nusantara
Hidrotek Nusantara menyediakan jasa pumping test profesional untuk memastikan sumur air tanah Anda memiliki kapasitas, kualitas, dan performa yang sesuai standar teknis. Pengujian ini menjadi langkah penting dalam proses izin pengambilan air tanah (SIPA) karena hasilnya digunakan sebagai dasar penilaian oleh instansi berwenang. Dengan melakukan uji pompa sumur secara benar, Anda akan memperoleh data debit, drawdown, dan recovery yang akurat — memastikan pengambilan air dilakukan secara aman tanpa merusak akuifer.
Tim kami terdiri dari tenaga ahli hidrogeologi dan teknisi lapangan berpengalaman yang memahami baik aspek teknis maupun administrasi perizinan air tanah. Didukung peralatan modern seperti flow meter digital, water level logger, dan pompa uji berkapasitas besar, kami menjamin hasil analisis aquifer pumping test yang valid dan mudah diterapkan dalam dokumen teknis SIPA.
Melalui pendekatan yang profesional dan terukur, Hidrotek Nusantara membantu perusahaan, industri, maupun perorangan dalam memperoleh izin air tanah (SIPA) secara lebih cepat, efisien, dan sesuai regulasi.
Kami hadir sebagai mitra terpercaya dalam pengujian, analisis, serta pelaporan pumping test dari awal hingga akhir proses.
Pumping test atau uji pompa sumur adalah proses pengujian debit air tanah dengan cara memompa air secara terus-menerus dari sumur uji dan mencatat perubahan muka air tanah (drawdown) selama periode tertentu. Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk mengetahui kapasitas akuifer, tingkat penurunan muka air, serta kemampuan sumur dalam menyediakan air secara berkelanjutan.
Dalam konteks izin pengambilan air tanah (SIPA), pumping test memiliki peran yang sangat penting. Hasil uji ini digunakan sebagai data teknis pendukung dokumen SIPA, yang nantinya dinilai oleh instansi terkait untuk menentukan apakah pemanfaatan air tanah di lokasi tersebut layak dan tidak berpotensi merusak lingkungan. Dengan hasil analisis aquifer pumping test yang akurat, Anda dapat mengetahui debit maksimum yang aman untuk diambil tanpa menurunkan kualitas dan kestabilan akuifer.
Melalui pengujian ini, pengguna air tanah , baik industri, komersial, maupun perorangan , akan memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi sumber air bawah tanah yang dimiliki. Karena itu, melakukan pumping test untuk SIPA bukan hanya soal memenuhi persyaratan administrasi, melainkan langkah strategis untuk memastikan kelestarian sumber daya air tanah dan efisiensi sistem pengambilan air di masa depan.
Syarat Teknis Utama
Hasil pumping test menjadi dasar dokumen teknis dalam pengajuan izin pengambilan air tanah (SIPA).
Menentukan Debit Aman
Data uji digunakan untuk menetapkan kapasitas pengambilan air yang tidak merusak akuifer.
Mendukung Validasi Dokumen
Laporan pumping test membantu instansi menilai kelayakan dan kelestarian penggunaan air tanah.
Mencegah Penolakan Izin
Data yang akurat mempercepat proses persetujuan dan menghindari revisi dokumen.
Bukti Kepatuhan Regulasi
Menunjukkan bahwa pemanfaatan air tanah dilakukan sesuai aturan pemerintah dan prinsip konservasi.
1. Menilai Kapasitas Akuifer
Pumping test membantu menentukan kemampuan lapisan tanah dalam menyimpan serta mengalirkan air. Dengan mengetahui nilai transmissivity dan storativity, pengguna bisa memahami potensi akuifer di lokasi sumur dan mencegah eksploitasi berlebihan yang berisiko menurunkan muka air tanah.
2. Menentukan Debit Optimal
Melalui data hasil uji pompa, dapat dihitung debit aman yang bisa diambil tanpa menyebabkan penurunan tekanan atau kerusakan sumur. Debit optimal ini penting untuk menjaga efisiensi sistem serta mendukung keberlanjutan sumber air tanah.
3. Dasar Perhitungan SIPA
Hasil pumping test untuk izin air tanah menjadi acuan dalam pembuatan laporan teknis SIPA. Data debit, drawdown, dan recovery yang dihasilkan memastikan dokumen izin lebih valid dan sesuai dengan ketentuan instansi terkait.
4. Mendukung Efisiensi Sistem Pompa
Dengan mengetahui kapasitas sumur dan kondisi akuifer, pengguna dapat menentukan spesifikasi pompa yang tepat. Hal ini menghindari pemilihan pompa yang terlalu besar (over capacity) atau terlalu kecil, sehingga sistem bekerja stabil dan hemat energi.
5. Mencegah Penurunan Muka Air Tanah
Uji pumping test membantu memantau perilaku muka air selama proses pengambilan. Data ini berguna untuk menetapkan batas aman eksploitasi agar tidak terjadi penurunan muka air tanah yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar.
6. Mempercepat Proses Perizinan
Laporan pumping test yang disusun dengan standar teknis resmi mempercepat proses verifikasi dokumen SIPA. Dengan data yang valid, kemungkinan revisi atau penolakan dari instansi terkait menjadi jauh lebih kecil.
Tahap pertama meliputi pemeriksaan kondisi sumur, kedalaman, diameter, serta akses area kerja. Tim juga menentukan titik pengamatan (observation well) jika diperlukan, agar hasil uji lebih representatif terhadap kondisi akuifer di lapangan.
Peralatan seperti flow meter, water level logger, dan pipa discharge dipasang sesuai standar kalibrasi. Semua alat disiapkan untuk mencatat data debit, penurunan muka air (drawdown), dan waktu pengujian dengan akurasi tinggi.
Uji dilakukan dengan dua metode utama. Step test menentukan hubungan antara debit dan drawdown pada beberapa tahapan, sedangkan constant rate test mengukur respon akuifer terhadap pemompaan konstan selama periode tertentu.
Selama uji berlangsung, perubahan muka air tanah dicatat secara berkala. Setelah pompa dimatikan, dilakukan recovery test untuk melihat kecepatan pemulihan muka air tanah, yang menjadi indikator kondisi akuifer.
Data hasil uji diolah menggunakan metode analisis seperti Theis, Cooper-Jacob, atau metode numerik untuk menentukan parameter utama akuifer seperti transmissivity (kemampuan aliran) dan storativity (kapasitas penyimpanan air).
Tahap akhir adalah penyusunan laporan hasil uji yang berisi grafik, tabel data, dan analisis lengkap. Laporan ini siap digunakan sebagai dokumen pendukung pengajuan SIPA, sekaligus referensi desain sistem pompa air yang efisien.
Tahapan analisis aquifer pumping test merupakan inti dari seluruh proses pengujian sumur. Dari data inilah ditentukan seberapa besar potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.
Melalui analisis ini, tim teknis Hidrotek Nusantara mengevaluasi kemampuan akuifer dalam menyimpan dan mengalirkan air, serta menilai dampak penurunan muka air akibat pemompaan berkelanjutan. Hasil analisis pumping test menjadi dasar ilmiah untuk menentukan kapasitas debit ideal, desain sistem pompa, serta rekomendasi penggunaan air tanah yang berkelanjutan dan sesuai dengan regulasi.
1. Pengolahan Data Hasil Uji Lapangan
Data dari pengamatan debit, drawdown, dan recovery diolah menggunakan metode analisis akuifer seperti Theis, Cooper-Jacob, atau Hantush untuk menghasilkan parameter akuifer yang akurat.
2. Menentukan Nilai Transmissivity dan Storativity
Parameter utama ini menggambarkan kemampuan akuifer dalam menghantarkan air (transmissivity) dan kapasitas penyimpanan air tanah (storativity). Nilai-nilai ini menentukan potensi debit optimal tanpa merusak keseimbangan air tanah.
3. Evaluasi Dampak dan Rekomendasi Teknis
Berdasarkan hasil analisis, disusun laporan evaluasi lengkap yang mencakup rekomendasi debit pengambilan aman, estimasi penurunan muka air, serta saran teknis untuk mendukung perizinan SIPA dan desain sistem sumur.
Hidrotek Nusantara hadir sebagai mitra terpercaya dalam pelaksanaan pumping test profesional untuk mendukung kebutuhan izin air tanah (SIPA) di berbagai wilayah Indonesia. Dengan pengalaman teknis yang kuat dan dukungan peralatan uji modern, kami memastikan setiap pengujian menghasilkan data akurat, terukur, dan sesuai dengan standar instansi terkait.
Tim teknisi kami berpengalaman dalam menganalisis karakteristik akuifer dan memberikan rekomendasi teknis yang tepat bagi desain sumur maupun perizinan. Bagi pelanggan industri, perhotelan, hingga instansi pemerintahan, Hidrotek Nusantara menawarkan solusi efisien, cepat, dan transparan dalam setiap proyek jasa pumping test.
Melalui berbagai proyek di lapangan, Hidrotek Nusantara telah menangani banyak kegiatan pumping test untuk izin air tanah (SIPA) di sektor industri, komersial, dan pemerintahan. Setiap proyek memiliki karakteristik akuifer yang berbeda, sehingga pendekatan teknis dan analisisnya pun disesuaikan dengan kondisi geologi setempat.
Dengan pengalaman yang luas dan peralatan uji yang terkalibrasi, kami mampu memberikan hasil yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan data teknis perizinan. Berikut ini beberapa contoh dan studi kasus yang menggambarkan bagaimana proses pumping test dilakukan hingga menghasilkan rekomendasi yang tepat bagi klien kami.
Salah satu contoh pelaksanaan pumping test dilakukan di area industri Ponorogo dengan kedalaman sumur ±80 meter. Tujuannya untuk memperoleh data debit optimal sebelum pengajuan izin pengambilan air tanah (SIPA).
Tim Hidrotek Nusantara melakukan step test selama 4 jam dan constant rate test selama 24 jam, disertai monitoring drawdown menggunakan data logger otomatis. Hasilnya menunjukkan akuifer produktif dengan nilai transmissivity 1.8×10⁻³ m²/s dan storativity 2.4×10⁻⁴, yang kemudian digunakan sebagai dasar teknis dalam perencanaan kapasitas pompa dan rekomendasi izin air tanah.
Pada proyek lain di sektor perhotelan, pengujian dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tanah yang stabil tanpa mempengaruhi sumur warga sekitar. Dengan debit uji 8 liter/detik selama 48 jam, dilakukan pemantauan pada dua sumur pengamatan (observation wells).
Analisis menunjukkan bahwa kondisi akuifer cukup stabil dengan drawdown kurang dari 1 meter pada radius 30 meter. Rekomendasi debit maksimal 6 liter/detik diajukan sebagai batas aman dalam permohonan izin SIPA, sekaligus memastikan penggunaan air yang berkelanjutan.
Hidrotek Nusantara juga melayani instansi pemerintah dan fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah sakit. Pada proyek di Madiun, pengujian dilakukan untuk menentukan kapasitas optimal sumur bor dalam penyediaan air bersih.
Dengan kedalaman sumur 60 meter, hasil pumping test menghasilkan debit stabil 5,5 liter/detik dengan penurunan muka air (drawdown) 0,8 meter. Hasil laporan lengkap diserahkan dalam format teknis yang sesuai dengan persyaratan Dinas ESDM untuk proses verifikasi SIPA.
Dari berbagai proyek yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa setiap lokasi memiliki kondisi geologi unik dan membutuhkan pendekatan teknis yang berbeda. Hidrotek Nusantara selalu mengedepankan akurasi data, efisiensi waktu, dan kepatuhan regulasi untuk memastikan hasil pumping test tidak hanya memenuhi syarat izin, tetapi juga mendukung pemanfaatan air tanah secara berkelanjutan.
Masih ragu atau punya banyak pertanyaan sebelum menggunakan layanan kami? Tenang, kami sudah rangkum jawaban detail seputar jasa pumping test agar Anda lebih yakin dan tidak salah pilih
Pumping test atau uji pompa sumur adalah metode pengujian untuk mengetahui kemampuan akuifer dalam menghasilkan air tanah secara berkelanjutan. Pengujian ini melibatkan pemompaan air dari sumur dan pengamatan terhadap perubahan muka air tanah (drawdown) selama waktu tertentu.
Pumping test menjadi syarat teknis utama dalam pengajuan izin pengusahaan air tanah (SIPA). Hasilnya digunakan untuk menilai kapasitas sumur, potensi debit aman, serta dampak terhadap lingkungan sekitar agar pengambilan air tidak melebihi daya dukung akuifer.
Durasi pumping test tergantung pada kedalaman dan jenis akuifer, namun umumnya berkisar antara 24 hingga 72 jam. Proses ini mencakup tahap persiapan, pelaksanaan uji, monitoring drawdown, serta recovery test setelah pompa dimatikan.
Data utama yang diperoleh antara lain debit air, penurunan muka air (drawdown), waktu pengujian, nilai transmissivity, dan storativity. Semua data ini digunakan untuk menganalisis kondisi akuifer dan menentukan kapasitas ideal pengambilan air tanah.
Ya, pumping test dapat dilakukan pada hampir semua jenis sumur bor, baik untuk keperluan industri, perhotelan, perumahan, maupun fasilitas umum, selama sumur memiliki konstruksi yang sesuai dan kedalaman mencukupi untuk pemompaan berkelanjutan
Biaya pumping test bervariasi tergantung lokasi, kedalaman sumur, dan durasi pengujian. Namun, Hidrotek Nusantara memberikan penawaran harga transparan dan konsultasi gratis sebelum pelaksanaan agar klien mendapat estimasi biaya yang jelas.
Ya, hasil uji dari Hidrotek Nusantara disusun dalam format laporan teknis profesional yang memenuhi persyaratan Dinas ESDM dan instansi terkait, sehingga dapat langsung digunakan untuk proses pengajuan izin air tanah (SIPA).
Kami melayani jasa pumping test di Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, dan seluruh wilayah Jawa Timur, serta siap menjangkau daerah lain sesuai kebutuhan proyek Anda.
Pesan Layanan dalam 3 Langkah Sederhana
Dari konsultasi awal hingga proses pengerjaan, pemesanan layanan kami dirancang mudah, praktis, dan transparan sehingga Anda dapat merasa tenang dan percaya penuh dengan Tim Kami
Kontak kami
0851-8818-3301